Via Ferrata Gunung Parang

Gunung Parang Via Ferrata: Panduan Sebelum Mendaki

Pengenalan Gunung Parang Via Ferrata


Gunung Parang bukan pendakian gunung biasa.

Di sini, sebagian perjalanan berlangsung vertikal di atas dinding batu andesit, menggunakan tangga dan pijakan besi yang terpasang pada tebing. Sistem inilah yang disebut via ferrata.

Gunung Parang berada di Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, dengan ketinggian sekitar 963 mdpl. Pemerintah Kabupaten Purwakarta mencatat beberapa pilihan jalur via ferrata, mulai dari sekitar 100 meter hingga Top Tower sekitar 900 meter. (Purwakarta Tourism Portal)

Jadi, sebelum memutuskan untuk mencoba, ada satu hal yang perlu dipahami:

via ferrata bukan sekadar hiking dengan tangga besi.

Ada ketinggian, medan vertikal, aktivitas fisik, dan prosedur keselamatan yang harus diikuti.


Apa Itu Via Ferrata?

Via ferrata adalah sistem jalur pendakian pada medan tebing yang dilengkapi perlengkapan tetap seperti tangga dan pijakan besi serta sistem pengaman.

Di Gunung Parang, jalur ini memungkinkan pengunjung menikmati pengalaman memanjat dinding batu tanpa harus menjadi pemanjat tebing profesional. Indonesia Travel menjelaskan bahwa jalur via ferrata Gunung Parang menggunakan tangga besi yang terpasang pada dinding batu vertikal.

Tetapi jangan salah mengartikan “bisa untuk pemula” sebagai “tidak membutuhkan persiapan”.

Anda tetap harus mampu:

  • bergerak pada medan vertikal;
  • menggunakan perlengkapan keselamatan dengan benar;
  • mengikuti instruksi pemandu;
  • menjaga stamina;
  • dan merasa cukup nyaman berada di ketinggian.

Berapa Tinggi Via Ferrata Gunung Parang?

Salah satu hal menarik dari Gunung Parang adalah tersedianya beberapa pilihan ketinggian.

Informasi resmi pariwisata Purwakarta mencantumkan jalur:

  • sekitar 100 meter
  • 250 meter
  • 300 meter
  • hingga Top Tower sekitar 900 meter

Sementara informasi Indonesia Travel juga mencantumkan pilihan jalur berdasarkan ketinggian dan kemampuan peserta. (Purwakarta Tourism Portal)

Artinya, Anda tidak harus langsung mengejar jalur tertinggi.

Untuk first-timer, pilihan jalur sebaiknya dibicarakan terlebih dahulu dengan operator atau pemandu berdasarkan kondisi fisik dan pengalaman.

Ketinggian bukan ukuran keberanian.

Kalau pengalaman pertama Anda sudah terasa cukup pada jalur yang lebih pendek, tidak ada alasan untuk memaksakan diri mengejar Top Tower.


Apakah Via Ferrata Gunung Parang Cocok untuk Pemula?

Bisa, tetapi bukan berarti semua pemula otomatis cocok.

Yang perlu dibedakan adalah pengalaman memanjat dan kemampuan fisik.

Anda tidak harus memiliki pengalaman rock climbing profesional untuk mencoba via ferrata, tetapi tetap harus mampu mengikuti instruksi dan menghadapi medan vertikal. Indonesia Travel juga menyebut aktivitas ini menantang dan perlu disesuaikan dengan kemampuan fisik peserta. (Indonesia Travel)

Sebelum berangkat, tanyakan kepada diri sendiri:

  • Apakah saya nyaman dengan ketinggian?
  • Apakah saya cukup kuat untuk aktivitas fisik beberapa jam?
  • Apakah saya mudah panik ketika berada di tempat tinggi?
  • Apakah saya mampu mengikuti instruksi pemandu?
  • Apakah saya datang dalam kondisi sehat dan fit?

Jika salah satu jawabannya membuat Anda ragu, diskusikan pilihan jalur dengan operator sebelum memutuskan.


Perlengkapan Apa yang Dibutuhkan Di Paranag Via Ferrata?

Salah satu keuntungan mengikuti aktivitas via ferrata melalui operator adalah perlengkapan teknis biasanya disiapkan sesuai paket atau jalur yang dipilih.

Informasi Indonesia Travel mencantumkan alat dan pemandu sebagai bagian dari beberapa pilihan aktivitas via ferrata. (Indonesia Travel)

Untuk peserta, fokus utama justru pada perlengkapan pribadi:

Gunakan pakaian yang nyaman

Pilih pakaian yang memungkinkan kaki dan tangan bergerak bebas.

Gunakan alas kaki yang sesuai

Sepatu outdoor dengan grip yang baik lebih masuk akal daripada alas kaki yang licin atau terbuka.

Bawa air minum

Aktivitas vertikal membutuhkan tenaga. Jangan mengandalkan bahwa perjalanan singkat berarti Anda tidak membutuhkan hidrasi.

Jangan membawa barang berlebihan

Tas besar tidak diperlukan untuk aktivitas seperti ini.

Bawa barang pribadi seperlunya dan pastikan barang yang dibawa tidak mengganggu pergerakan atau berisiko terjatuh.

Untuk perlengkapan teknis seperti harness, helm, carabiner, dan sistem pengaman, gunakan perlengkapan yang disediakan atau direkomendasikan operator dan jangan mencoba mengubah sistem keselamatan sendiri.


Bagaimana dengan Cuaca?

Ini salah satu hal yang tidak boleh dianggap remeh.

Gunung Parang adalah aktivitas tebing terbuka. Kondisi hujan dapat membuat permukaan batu dan jalur menjadi lebih licin serta mengurangi kenyamanan dan visibilitas.

Indonesia Travel merekomendasikan memperhatikan kondisi cuaca dan menyarankan musim yang lebih kering untuk aktivitas di Gunung Parang. (Indonesia Travel)

Namun saya tidak akan mengatakan bahwa ada satu bulan yang otomatis aman.

Untuk private trip, saya lebih memilih pendekatan:

lihat musim → cek prakiraan → cek kondisi aktual → konfirmasi dengan operator → baru berangkat.

Jika cuaca tidak mendukung, itinerary harus bisa berubah.

Keselamatan lebih penting daripada mempertahankan jadwal.


Berapa Lama Aktivitas Via Ferrata?

Tidak ada satu angka yang bisa berlaku untuk semua peserta.

Durasi bergantung pada:

  • jalur yang dipilih;
  • ketinggian;
  • kondisi fisik peserta;
  • kecepatan kelompok;
  • kondisi cuaca;
  • dan kondisi operasional saat kunjungan.

Indonesia Travel juga menyebut waktu tempuh dapat bervariasi berdasarkan jalur dan kecepatan kelompok.

Karena itu, ketika saya merancang itinerary private, saya tidak akan menempatkan aktivitas berikutnya terlalu dekat dengan jadwal selesai via ferrata.

Selalu sisakan buffer.

Ini penting terutama jika perjalanan dilanjutkan ke Sukabumi atau destinasi lain.


Apa yang Bisa Dilihat dari Atas?

Selain pengalaman vertikalnya sendiri, Gunung Parang menawarkan panorama kawasan sekitar, termasuk Waduk Jatiluhur.

Pemandangan waduk dari ketinggian menjadi salah satu daya tarik yang disebut dalam sumber pariwisata resmi. (Indonesia Travel)

Tetapi menurut saya, jangan menjadikan panorama sebagai satu-satunya alasan datang.

Yang membuat Gunung Parang menarik justru kombinasi:

tebing + ketinggian + aktivitas fisik + panorama.

Anda tidak hanya datang ke viewpoint.

Anda mendapatkan viewpoint sebagai hasil dari sebuah aktivitas.


Apa yang Sebaiknya Tidak Dilakukan?

Ada beberapa hal yang menurut saya sederhana tetapi penting.

Jangan memaksakan jalur karena teman memilihnya

Kemampuan fisik setiap orang berbeda.

Jangan menganggap perlengkapan keselamatan sebagai formalitas

Ikuti instruksi operator dan pemandu.

Jangan berangkat tanpa memperhatikan cuaca

Terutama karena aktivitas dilakukan di medan vertikal.

Jangan membawa terlalu banyak barang

Aktivitas vertikal membutuhkan gerakan yang bebas.

Jangan membuat itinerary terlalu padat

Setelah aktivitas fisik, berikan waktu untuk makan, istirahat dan perjalanan berikutnya.


Bagaimana Saya Memasukkan Via Ferrata ke Private Trip?

Di sinilah Gunung Parang menjadi menarik untuk konsep West Java Nature Tours.

Pilihan 1 — Adventure Day Trip

Jakarta → Gunung Parang → Jakarta

Untuk traveler yang hanya mempunyai satu hari.

Pilihan 2 — Weekend Adventure

Jakarta → Gunung Parang → Purwakarta → Jakarta

Memberikan ritme yang sedikit lebih santai.

Pilihan 3 — Mountain to Forest

Jakarta → Gunung Parang → Sukabumi

Hari pertama mountain adventure.

Hari berikutnya berubah menjadi forest dan waterfall.

Pilihan 4 — Mountain to Coast

Jakarta → Gunung Parang → Sukabumi → Ciletuh

Untuk perjalanan yang lebih panjang:

Mountain → Forest → Waterfall → Geology → Coast

Ini yang membuat via ferrata Gunung Parang menarik sebagai bagian dari itinerary, bukan hanya aktivitas yang berdiri sendiri.


Siapa yang Sebaiknya Mencoba Via Ferrata?

Cocok untuk Anda jika:

  • menyukai adventure;
  • ingin mencoba pengalaman baru;
  • cukup nyaman dengan ketinggian;
  • mempunyai kondisi fisik yang baik;
  • ingin melakukan aktivitas outdoor dari Jakarta;
  • atau ingin membuat weekend trip yang tidak biasa.

Pertimbangkan kembali jika:

  • Anda sangat takut ketinggian;
  • sedang tidak fit;
  • memiliki keterbatasan fisik yang membuat aktivitas vertikal tidak sesuai;
  • atau hanya ingin perjalanan santai tanpa aktivitas fisik.

Tidak ada yang salah dengan memilih aktivitas yang lebih ringan.

Travel design yang baik justru dimulai dari mengetahui apa yang cocok untuk traveler, bukan memaksa semua orang mengikuti destinasi yang sama.


FAQ

Apakah harus bisa rock climbing untuk mencoba via ferrata Gunung Parang?

Tidak harus menjadi pemanjat tebing profesional. Namun aktivitas tetap membutuhkan kondisi fisik yang baik, kenyamanan terhadap ketinggian, penggunaan perlengkapan keselamatan, dan kemampuan mengikuti instruksi pemandu.

Berapa pilihan ketinggian via ferrata Gunung Parang?

Informasi resmi Purwakarta mencantumkan pilihan sekitar 100, 250, 300 meter hingga Top Tower sekitar 900 meter. Ketersediaan dan ketentuan jalur sebaiknya dikonfirmasi kepada operator sebelum keberangkatan. (Purwakarta Tourism Portal)

Apakah Gunung Parang aman saat musim hujan?

Aktivitas tebing sangat bergantung pada kondisi cuaca. Hujan dapat membuat medan lebih licin dan mengurangi visibilitas. Periksa prakiraan dan kondisi aktual sebelum berangkat serta ikuti keputusan operator/pemandu.

Bisa digabung dengan Sukabumi atau Ciletuh?

Bisa. Bahkan untuk private trip, kombinasi ini menarik karena Gunung Parang dapat menjadi bagian mountain adventure, kemudian perjalanan dilanjutkan ke hutan, air terjun, geopark dan pesisir.


Gunung Parang Tidak Harus Menjadi Perjalanan yang Rumit

Anda tidak membutuhkan itinerary panjang untuk mendapatkan pengalaman adventure.

Satu hari pun bisa cukup.

Tetapi jika memiliki waktu lebih, Gunung Parang bisa menjadi awal perjalanan yang jauh lebih menarik:

Jakarta → Gunung Parang → Sukabumi → Ciletuh → Pesisir Selatan.

Itulah alasan saya melihat via ferrata Gunung Parang bukan hanya sebagai aktivitas panjat tebing.

Ia adalah salah satu modul adventure yang bisa dimasukkan ke dalam perjalanan Jawa Barat sesuai waktu, kemampuan dan karakter traveler.

Untuk private trip, saya lebih memilih menentukan jalur dan itinerary setelah mengetahui siapa yang ikut, berapa hari yang tersedia, dan seberapa aktif perjalanan yang diinginkan.

Karena adventure yang baik bukan tentang memilih jalur paling ekstrem.

Tetapi memilih pengalaman yang tepat untuk Anda.

Meta Title: Gunung Parang Via Ferrata: Panduan Sebelum Mendaki

Meta Description: Kenali via ferrata Gunung Parang, pilihan ketinggian, persiapan fisik, perlengkapan, cuaca, keamanan, dan tips merancang trip.

Suggested Slug: /gunung-parang-via-ferrata/


Gunung Parang bukan pendakian gunung biasa.

Di sini, sebagian perjalanan berlangsung vertikal di atas dinding batu andesit, menggunakan tangga dan pijakan besi yang terpasang pada tebing. Sistem inilah yang disebut via ferrata.

Gunung Parang berada di Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, dengan ketinggian sekitar 963 mdpl. Pemerintah Kabupaten Purwakarta mencatat beberapa pilihan jalur via ferrata, mulai dari sekitar 100 meter hingga Top Tower sekitar 900 meter. (Purwakarta Tourism Portal)

Jadi, sebelum memutuskan untuk mencoba, ada satu hal yang perlu dipahami:

via ferrata bukan sekadar hiking dengan tangga besi.

Ada ketinggian, medan vertikal, aktivitas fisik, dan prosedur keselamatan yang harus diikuti.


Apa Itu Via Ferrata?

Via ferrata adalah sistem jalur pendakian pada medan tebing yang dilengkapi perlengkapan tetap seperti tangga dan pijakan besi serta sistem pengaman.

Di Gunung Parang, jalur ini memungkinkan pengunjung menikmati pengalaman memanjat dinding batu tanpa harus menjadi pemanjat tebing profesional. Indonesia Travel menjelaskan bahwa jalur via ferrata Gunung Parang menggunakan tangga besi yang terpasang pada dinding batu vertikal.

Tetapi jangan salah mengartikan “bisa untuk pemula” sebagai “tidak membutuhkan persiapan”.

Anda tetap harus mampu:

  • bergerak pada medan vertikal;
  • menggunakan perlengkapan keselamatan dengan benar;
  • mengikuti instruksi pemandu;
  • menjaga stamina;
  • dan merasa cukup nyaman berada di ketinggian.

Berapa Tinggi Via Ferrata Gunung Parang?

Salah satu hal menarik dari Gunung Parang adalah tersedianya beberapa pilihan ketinggian.

Informasi resmi pariwisata Purwakarta mencantumkan jalur:

  • sekitar 100 meter
  • 250 meter
  • 300 meter
  • hingga Top Tower sekitar 900 meter

Sementara informasi Indonesia Travel juga mencantumkan pilihan jalur berdasarkan ketinggian dan kemampuan peserta. (Purwakarta Tourism Portal)

Artinya, Anda tidak harus langsung mengejar jalur tertinggi.

Untuk first-timer, pilihan jalur sebaiknya dibicarakan terlebih dahulu dengan operator atau pemandu berdasarkan kondisi fisik dan pengalaman.

Ketinggian bukan ukuran keberanian.

Kalau pengalaman pertama Anda sudah terasa cukup pada jalur yang lebih pendek, tidak ada alasan untuk memaksakan diri mengejar Top Tower.


Apakah Via Ferrata Gunung Parang Cocok untuk Pemula?

Bisa, tetapi bukan berarti semua pemula otomatis cocok.

Yang perlu dibedakan adalah pengalaman memanjat dan kemampuan fisik.

Anda tidak harus memiliki pengalaman rock climbing profesional untuk mencoba via ferrata, tetapi tetap harus mampu mengikuti instruksi dan menghadapi medan vertikal. Indonesia Travel juga menyebut aktivitas ini menantang dan perlu disesuaikan dengan kemampuan fisik peserta. (Indonesia Travel)

Sebelum berangkat, tanyakan kepada diri sendiri:

  • Apakah saya nyaman dengan ketinggian?
  • Apakah saya cukup kuat untuk aktivitas fisik beberapa jam?
  • Apakah saya mudah panik ketika berada di tempat tinggi?
  • Apakah saya mampu mengikuti instruksi pemandu?
  • Apakah saya datang dalam kondisi sehat dan fit?

Jika salah satu jawabannya membuat Anda ragu, diskusikan pilihan jalur dengan operator sebelum memutuskan.


Perlengkapan Apa yang Dibutuhkan?

Salah satu keuntungan mengikuti aktivitas via ferrata melalui operator adalah perlengkapan teknis biasanya disiapkan sesuai paket atau jalur yang dipilih.

Informasi Indonesia Travel mencantumkan alat dan pemandu sebagai bagian dari beberapa pilihan aktivitas via ferrata. (Indonesia Travel)

Untuk peserta, fokus utama justru pada perlengkapan pribadi:

Gunakan pakaian yang nyaman

Pilih pakaian yang memungkinkan kaki dan tangan bergerak bebas.

Gunakan alas kaki yang sesuai

Sepatu outdoor dengan grip yang baik lebih masuk akal daripada alas kaki yang licin atau terbuka.

Bawa air minum

Aktivitas vertikal membutuhkan tenaga. Jangan mengandalkan bahwa perjalanan singkat berarti Anda tidak membutuhkan hidrasi.

Jangan membawa barang berlebihan

Tas besar tidak diperlukan untuk aktivitas seperti ini.

Bawa barang pribadi seperlunya dan pastikan barang yang dibawa tidak mengganggu pergerakan atau berisiko terjatuh.

Untuk perlengkapan teknis seperti harness, helm, carabiner, dan sistem pengaman, gunakan perlengkapan yang disediakan atau direkomendasikan operator dan jangan mencoba mengubah sistem keselamatan sendiri.


Bagaimana dengan Cuaca?

Ini salah satu hal yang tidak boleh dianggap remeh.

Gunung Parang adalah aktivitas tebing terbuka. Kondisi hujan dapat membuat permukaan batu dan jalur menjadi lebih licin serta mengurangi kenyamanan dan visibilitas.

Indonesia Travel merekomendasikan memperhatikan kondisi cuaca dan menyarankan musim yang lebih kering untuk aktivitas di Gunung Parang. (Indonesia Travel)

Namun saya tidak akan mengatakan bahwa ada satu bulan yang otomatis aman.

Untuk private trip, saya lebih memilih pendekatan:

lihat musim → cek prakiraan → cek kondisi aktual → konfirmasi dengan operator → baru berangkat.

Jika cuaca tidak mendukung, itinerary harus bisa berubah.

Keselamatan lebih penting daripada mempertahankan jadwal.


Berapa Lama Aktivitas Via Ferrata?

Tidak ada satu angka yang bisa berlaku untuk semua peserta.

Durasi bergantung pada:

  • jalur yang dipilih;
  • ketinggian;
  • kondisi fisik peserta;
  • kecepatan kelompok;
  • kondisi cuaca;
  • dan kondisi operasional saat kunjungan.

Indonesia Travel juga menyebut waktu tempuh dapat bervariasi berdasarkan jalur dan kecepatan kelompok.

Karena itu, ketika saya merancang itinerary private, saya tidak akan menempatkan aktivitas berikutnya terlalu dekat dengan jadwal selesai via ferrata.

Selalu sisakan buffer.

Ini penting terutama jika perjalanan dilanjutkan ke Sukabumi atau destinasi lain.


Apa yang Bisa Dilihat dari Atas?

Selain pengalaman vertikalnya sendiri, Gunung Parang menawarkan panorama kawasan sekitar, termasuk Waduk Jatiluhur.

Pemandangan waduk dari ketinggian menjadi salah satu daya tarik yang disebut dalam sumber pariwisata resmi.

Tetapi menurut saya, jangan menjadikan panorama sebagai satu-satunya alasan datang.

Yang membuat Gunung Parang menarik justru kombinasi:

tebing + ketinggian + aktivitas fisik + panorama.

Anda tidak hanya datang ke viewpoint.

Anda mendapatkan viewpoint sebagai hasil dari sebuah aktivitas.


Apa yang Sebaiknya Tidak Dilakukan?

Ada beberapa hal yang menurut saya sederhana tetapi penting.

Jangan memaksakan jalur karena teman memilihnya

Kemampuan fisik setiap orang berbeda.

Jangan menganggap perlengkapan keselamatan sebagai formalitas

Ikuti instruksi operator dan pemandu.

Jangan berangkat tanpa memperhatikan cuaca

Terutama karena aktivitas dilakukan di medan vertikal.

Jangan membawa terlalu banyak barang

Aktivitas vertikal membutuhkan gerakan yang bebas.

Jangan membuat itinerary terlalu padat

Setelah aktivitas fisik, berikan waktu untuk makan, istirahat dan perjalanan berikutnya.


Bagaimana Saya Memasukkan Via Ferrata ke Private Trip?

Di sinilah Gunung Parang menjadi menarik untuk konsep West Java Nature Tours.

Siapa yang Sebaiknya Mencoba Via Ferrata?

Cocok untuk Anda jika:

  • menyukai adventure;
  • ingin mencoba pengalaman baru;
  • cukup nyaman dengan ketinggian;
  • mempunyai kondisi fisik yang baik;
  • ingin melakukan aktivitas outdoor dari Jakarta;
  • atau ingin membuat weekend trip yang tidak biasa.

Pertimbangkan kembali jika:

  • Anda sangat takut ketinggian;
  • sedang tidak fit;
  • memiliki keterbatasan fisik yang membuat aktivitas vertikal tidak sesuai;
  • atau hanya ingin perjalanan santai tanpa aktivitas fisik.

Tidak ada yang salah dengan memilih aktivitas yang lebih ringan.

Travel design yang baik justru dimulai dari mengetahui apa yang cocok untuk traveler, bukan memaksa semua orang mengikuti destinasi yang sama.


FAQ

Apakah harus bisa rock climbing untuk mencoba via ferrata Gunung Parang?

Tidak harus menjadi pemanjat tebing profesional. Namun aktivitas tetap membutuhkan kondisi fisik yang baik, kenyamanan terhadap ketinggian, penggunaan perlengkapan keselamatan, dan kemampuan mengikuti instruksi pemandu. (Indonesia Travel)

Berapa pilihan ketinggian via ferrata Gunung Parang?

Informasi resmi Purwakarta mencantumkan pilihan sekitar 100, 250, 300 meter hingga Top Tower sekitar 900 meter. Ketersediaan dan ketentuan jalur sebaiknya dikonfirmasi kepada operator sebelum keberangkatan.

Apakah Gunung Parang aman saat musim hujan?

Aktivitas tebing sangat bergantung pada kondisi cuaca. Hujan dapat membuat medan lebih licin dan mengurangi visibilitas. Periksa prakiraan dan kondisi aktual sebelum berangkat serta ikuti keputusan operator/pemandu.

Bisa digabung dengan Sukabumi atau Ciletuh?

Bisa. Bahkan untuk private trip, kombinasi ini menarik karena Gunung Parang dapat menjadi bagian mountain adventure, kemudian perjalanan dilanjutkan ke hutan, air terjun, geopark dan pesisir.


Gunung Parang Tidak Harus Menjadi Perjalanan yang Rumit

Anda tidak membutuhkan itinerary panjang untuk mendapatkan pengalaman adventure.

Satu hari pun bisa cukup.

Tetapi jika memiliki waktu lebih, Gunung Parang bisa menjadi awal perjalanan yang jauh lebih menarik:

Jakarta → Gunung Parang → Sukabumi → Ciletuh → Pesisir Selatan.

Itulah alasan saya melihat via ferrata Gunung Parang bukan hanya sebagai aktivitas panjat tebing.

Ia adalah salah satu modul adventure yang bisa dimasukkan ke dalam perjalanan Jawa Barat sesuai waktu, kemampuan dan karakter traveler.

Untuk private trip, saya lebih memilih menentukan jalur dan itinerary setelah mengetahui siapa yang ikut, berapa hari yang tersedia, dan seberapa aktif perjalanan yang diinginkan.

Karena adventure yang baik bukan tentang memilih jalur paling ekstrem.

Tetapi memilih pengalaman yang tepat untuk Anda.

Enjoy

20% Off

 

-

Apakah trip ini Bisa Private Trip?

Tentu saja, termasuk Paket ini! Semua paket wisata kami 100% bisa disesuaikan (custom) sebagai private trip.

Mulai dari jadwal, fasilitas, hingga jumlah peserta—semuanya khusus untuk Anda tanpa digabung dengan rombongan lain.

Hubungi tim kami untuk merancang rute dan mewujudkan perjalanan impian Anda!

-

 

Share To Your Friend